BOGOR, FBINEWS
Lambannya pelaksanaan pekerjaan proyek Rekonstruksi Jalan abdul Fatah yang berlokasi di Kecamatan Tenjolaya menuai Protes. sabtu 3 desember 2022
protes dari para sopir angkot Tumaritis ormas, pelaku usaha di sepanjang jalan tersebut, yang mengaku sepi pembeli karena jalan ditutup total.
"Kalau molor terus bisa gulung tikar usaha saya kang, bagaimana pembeli bisa datang kalau gak bisa lewat.'' Ujar masta pedagang sayuran di pasar Jumat.
Protes warga terhadap pembangunan jalan yang tak kunjung usai. Camat Tenjolaya panggil CV Utama Putra pelaksana jalan Cinangneng Tenjolaya untuk musyarawah dengan masyarakat di Aula Kantor Kecamatan pukul 15.00 Wib 5 Desember 2022.
Farid Maruf Camat Tenjolaya mengatakan, dalam musyawarah itu ternyata kendala yang dihadapi pelaksana minimnya modal yang dimiliki, sehingga berdampak pada pengerjaan jalan.
"Gak punya modal, jadi pengejaran lambat dan berdampak kepada sopir angkot dan masyarakat yang berdagang omset berjualannya dan narik angkot menurun makanya kemarin mereka demo,"kata Camat Tenjolaya Farid Maruf kepada wartawan.
Minimnya modal itu juga memang tidak ditampik pihak pelaksana, menurut Amir Hermawan Proyek yang dikerjakan oleh perusahaannya itu merupakan proyek peralihan dari pelaksana sebelumnya.
"Ini proyek pengalihan dari pemborong pertama kami tidak dalam keadaan yang memadai. Akhirnya dengan dana yang seadanya kami kerjakan dengan harapan waktu tagih normal. Namun pada kenyataannya ini ternyata bukan Proyek APBD, tetap Dana Alokasi Khusus (DAK) dan pengajuan pencarian itu harus tanggal 15-25 kami belum bisa mencarikan,"Jelas Amir
Amir menjelaskan, saat pengalihan dari pelaksanaan pertama, perusahaan itu hanya memiliki modal Rp 900 juta, sedangkan pengajuan pencairan ke PUPR Kabupaten Bogor agak terhambat sehingga alasan itu yang membuat jalan itu sampai sekarang tidak selesai.
Pengawas UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciampea Iyan mengatakan pihaknya sudah memberikan surat peringatan ke satu. Bahkan telah memberikan perpanjangan selama 50 hari mulai dari 2 November 2022 lalu.
"Seharusnya proyek ini selesai 2 November 2022, dan saat ini baru mencapai 37 persen kami juga sudah mengenakan denda selama waktu perpanjangan dan harapan bisa selesai sebelum 28 Desember,"ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kapolsek Ciampea, Konsultan dan pihak UPT Jalan dan Jembatan serta perwakilan masyarakat,ormas,Pelaku usaha dan sopir angkot yang berjumlah 20 orang
Kasdi Botak


