Kabupaten BOGOR - FBINEWS
Tidak jauh dari gapura perbatasan antara kota Tangerang selatan dan kabupaten Bogor, begitu terlihat perbedaan kondisi infrastruktur jalan dari dua wilayah ini.
Ruas jalan di wilayah menuju kota Tangsel provinsi Banten begitu mulus, berbanding terbalik dengan kondisi ruas jalan Puspitek, Prumpung, Gunung sindur yang notabene berada di kabupaten Bogor provinsi jawa barat.
Di ruas jalan rusak tersebut kerap terjadi kemacetan panjang. Karena para pengendara sengaja melambatkan laju kendaraan akibat banyaknya lubang yang cukup dalam dan tertutup genangan air dimusim hujan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut pihak PUPR Provinsi Jawa Barat mulai melakukan penutupan setiap lubang-lubang yang terdapat diruas jalan yang menghubungkan Pasar Prumpung dengan perbatasan Tangerang Selatan yang sedang di laksanakan. Selasa(22/04/22)
Penutupan lubang tersebut dilakukan dengan menggunakan batu makadam, lanjut di ratakan agar sama dengan jalan yang lama lalu dilanjutkan dengan penutupan dengan hotmix.
Perbaikan jalan tersebut membuat kemacetan yang cukup panjang di jalan pembangunan raya yang menghubungkan Kecamatan Gunung Sindur dengan Tangerang.
Saat di wawancara di lapangan, Riki selaku pengawas perbaikan jalan dari PUPR Provinsi, beliau menghimbau bagi pengguna jalan yang melintas agar bersabar, tetap hati-hati dan waspada saat melewati jalan pembangunan raya. "Kami di bantu warga sekitar melakukan pengaturan jalan agar tidak memuat kemacetan semakin panjang, dan saya menghimbau agar pengguna jalan yang melewati jalan ini bersabar," himbaunya (22/04).
Riki menambahkan perbaikan jalan tersebut di targetkan selesai di tanggal 24 April, sehingga saat lebaran pengguna jalan bisa dengan nyaman menggunakan jalan tersebut.
"Target kami jalan ini rampung di tanggal 24 bulan ini, walaupun banyak sekali kendala seperti cuaca yang tidak menentu," Ucapnya kepada awak media.
Sebelum di perbaiki, jalan Pembangunan raya memang bisa di bilang tidak layak, di karenakan jalan yang bergelombang dan berlubang, yang sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
(Babay)


